KAIRO, MESIR – Dosen Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ)
Al-Hikam Depok, Ahmad Syauqu Habibi, Lc. MA., resmi menyelesaikan program
pelatihan intensif yang bertemakan “At-Ta’shilul-Lughowiyyu wa
Manhajiyyatul-Fahmis-Syar’iyyi” di Akademi Internasional Al-Azhar, Kairo, Mesir. Program yang
berlangsung sejak 10 Januari sampai 5 Februari ini ditutup dengan upacara
kelulusan yang dihadiri langsung oleh Presiden Akademi Internasional Al-Azhar,
Dr. Hassan Al-Saghir, serta delegasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia
(KBRI) Kairo.
Keikutsertaan beliau dalam program ini bertujuan untuk memperdalam
metodologi pemahaman teks syariat yang moderat (wasathiyah) dan
mengintegrasikannya dengan ilmu kebahasaan guna menghadapi berbagai persoalan
keagamaan kontemporer. Ahmad Syauqu Habibi merupakan bagian dari 45 peserta
terpilih asal Indonesia yang dipersiapkan menjadi duta Al-Azhar dalam
menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan Islam yang benar di tanah air.
Detail Program dan Kurikulum
Dalam pelatihan (Dauroh) ini, program disusun secara
komprehensif dengan fokus pada penguatan bahasa dan pembentukan karakter fikih
(malakah farihiyyah). Pelatihan ini bertujuan mencetak mufti yang
mumpuni dalam memahami wahyu, sadar akan tujuan syariat (maqashid syariah),
serta tanggap terhadap tuntutan realitas zaman sekarang.
Selama satu bulan penuh, Ahmad Syauqu Habibi, Lc. MA. Bersama para
peserta lainnya dibekali alat pemahaman disiplin tentang teks-teks sah yang
menggabungkan kedalaman bahasa serta metodologi ilmiah yang sehat. Hal ini
penting untuk menghadapi manifestasi kesalahpahaman teks dan memperkuat wacana
keagamaan yang moderat.
Dukungan Institusi Al-Azhar dan Indonesia
Ketua Akademi Al-Azhar Internasional, Prof. Dr. Hassan Al-Saghir,
menegaskan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Yang Mulia Imam
Besar Dr. Ahmed Al-Tayeb. Beliau menyatakan bahwa Al-Azhar menaruh perhatian
besar pada peningkatan kemampuan imam dan dai mancanegara, khususnya dari
Indonesia, untuk menyebarkan manhaj wasathiyah (moderat).
Apresiasi juga datang dari pihak KBRI Kairo. Konselor Kebudayaan,
Dr. Ahmed Nur Saleem, menyampaikan bahwa kursus ini menjadi model kerja sama
ilmiah yang sangat bermanfaat bagi para imam Indonesia dalam memberdayakan
kemampuan mereka memahami teks syariat secara benar.
Menjadi Duta Al-Azhar di Indonesia
Sebagai salah satu lulusan, Ahmad Syauqu Habibi kini mengemban misi
untuk menerapkan ilmu yang telah didapat setelah kembali ke tanah air. Para
peserta diharapkan menjadi duta terbaik Al-Azhar yang akan menyebarkan
nilai-nilai perdamaian, koeksistensi, dan kurikulum moderat di lingkungan
masyarakat mereka masing-masing.
Acara penutupan diakhiri dengan pembagian sertifikat kelulusan
kepada seluruh peserta sebagai simbol keberhasilan dalam menyelesaikan pelatihan
berkelanjutan antara Al-Azhar Sharif dan lembaga-lembaga di Indonesia.
Penyelesaian kursus ini menandai babak baru bagi penguatan kualitas
pengajaran di STKQ Al-Hikam Depok. Sebagai alumni Al-Azhar, Ahmad Syauqu
Habibi, Lc. MA., diharapkan dapat mengintegrasikan metodologi yang didapat di
Kairo ke dalam kurikulum atau kegiatan dakwah kampus. Program ini juga
mempertegas pentingnya kerja sama pelatihan berkelanjutan antara Al-Azhar dan
institusi pendidikan di Indonesia dalam melayani isu-isu dakwah serta
mempromosikan nilai-nilai kesederhanaan di tengah masyarakat.
Upacara kelulusan tersebut diakhiri dengan komitmen dari para
delegasi Indonesia untuk membawa semangat moderasi Islam yang dipelajari selama
di Mesir guna memperkuat diskursus keagamaan yang inklusif dan damai di tanah
air.

