Depok - Ma'had Jami'ah Al-Hikam Depok mewisuda 38 mahasantri yang sekaligus merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur'an (STKQ) Al-Hikam Depok Angkatan XI, pada Jumat (16/10/2026). Acara yang berlangsung di Selasar Masjid Al-Hikam Depok tersebut dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, setelah salat Asar. Sebanyak 38 lulusan terdiri atas 27 wisudawan dan 11 wisudawati.

Dalam prosesi wisuda tersebut, Habibullah dinobatkan sebagai Mahasantri Terbaik Angkatan XI atas pencapaian selama menempuh pendidikan di lingkungan Ma'had Jami'ah Al-Hikam Depok.

Ketua Ma'had Jami'ah Al-Hikam Depok, Ustaz Musthofa, dalam sambutannya menekankan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan pesantren. Ia mengingatkan para mahasantri untuk senantiasa menjaga kebiasaan beribadah secara berjamaah serta mendoakan almarhum KH. Hasyim Muzadi setiap malam Jumat.

Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan yang telah dibangun selama menjalani kehidupan di ma'had harus tetap dipertahankan setelah para mahasantri menyelesaikan pendidikan.

"Tujuannya tiada lain agar kalian disiplin di pesantren ini. Setelah wisuda pun, antum menjadi siswa atau mahasiswa yang selalu disiplin di mana pun berada," katanya.



Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Hikam Depok, Prof. Arif Zamhari, Ph.D., mengajak para lulusan untuk bersyukur atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan jenjang S-1. Namun, ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjuangan yang sesungguhnya.

"Bolehlah bahagia pada saat wisuda ini untuk merayakan dan mensyukuri selesainya pendidikan di jenjang S-1. Tapi sesungguhnya, pelajaran atau medan perjuangan kalian nanti akan dimulai setelah selesainya acara wisuda ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan wisudawan, Fadlian Ilhami, menyampaikan pentingnya memadukan kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai kepesantrenan. Menurutnya, keduanya merupakan bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Kami sadar bahwa intelektual tanpa kepesantrenan akan melahirkan kecerdasan yang kering yang rawan manipulasi. Sebaliknya, kepesantrenan tanpa kedalaman intelektual akan membuat kita gagap dalam menjawab tantangan zaman yang kian kompleks," tuturnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan mauizah hasanah atau nasihat yang disampaikan oleh KH. Drs. Mohammad Nafi'. Dalam nasihatnya, ia mengajak para lulusan untuk mengkaji kemukjizatan Al-Qur'an secara objektif melalui disiplin ilmiah serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan para lulusan tentang warisan almarhum KH. Hasyim Muzadi, yakni Mutiara Pesantren Al-Hikam yang mencakup amaliah agama, kesiapan ilmiah, dan kesiapan hidup, serta Ruhul Ma'had sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Ruhul Ma'had memuat lima nilai utama, yaitu ikhlas dalam beramal, jujur dalam bersikap, santun dalam bergaul, mandiri dalam berusaha, dan berjuang bersama-sama. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi para lulusan dalam menentukan langkah, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan bermasyarakat.

KH. Mohammad Nafi' juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari gelar akademik yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan ilmu dan menjaga akhlak.

Prosesi wisuda dilaksanakan melalui pemasangan surban dan penyerahan sertifikat kepada para lulusan. Prosesi wisuda putra dilakukan oleh Ustaz Musthofa dan Gus Yusron, sedangkan wisuda putri dilakukan oleh Yuni Arofah dan Ustazah Yuhanit.

Acara dipandu oleh Farrih Lana Fuadi, mahasantri Angkatan XVI, dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Eni Rofqatil Maula, mahasantri Angkatan XVI. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Drs. Mohammad Nafi', dilanjutkan dengan foto bersama, ramah tamah, dan makan bersama.

Wisuda Angkatan XI ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat dengan membawa bekal keilmuan, nilai-nilai kepesantrenan, dan akhlak yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di lingkungan Al-Hikam Depok.