Pesantren Al Hikam Depok memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-15 sebagai momentum meneguhkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan dalam pendidikan pesantren. Peringatan yang berlangsung khidmat di Joglo Makam Abah Hasyim Muzadi pada Jumat sore (09/01/2026) yang diikuti oleh seluruh santri dan asatidz Pesantren Al Hikam Depok.
Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung oleh Kiai Hilmi As-Sidqi Al-Iroqy. Suasana khusyuk terasa ketika para santri bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk doa dan rasa syukur atas perjalanan pesantren selama 15 tahun. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC) dan sambutan Pengasuh Pesantren Al Hikam Depok, KH. Yusron Sidqi.
Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjadikan kesabaran dan keikhlasan sebagai landasan utama dalam proses pendidikan pesantren. Beliau mengaitkan pesan tersebut dengan firman Allah Swt. dalam Surah Al-Kahfi ayat 28:
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Menurut beliau, ayat tersebut mengandung ajaran pendidikan kesabaran yang mendalam. Pertama, perintah waṣbir nafsaka merupakan ajaran untuk menahan dan mendidik hawa nafsu. Kedua, kesabaran harus dijalani bersama orang-orang yang senantiasa beribadah dan berdoa kepada Allah. Ketiga, santri diarahkan untuk mencari dan membersamai lingkungan yang sama-sama berorientasi kepada Allah Swt. Lebih lanjut, KH. Yusron Sidqi menegaskan bahwa seluruh unsur pesantren baik santri, mahasiswa, maupun para asatidz sama-sama berada dalam proses belajar kesabaran.
Santri belajar bersabar dalam menuntut ilmu dan menghadapi keterbatasan, sementara para asatidz belajar bersabar dalam mendidik dengan penuh keikhlasan dan keteladanan. Kesederhanaan fasilitas dan kondisi pesantren yang apa adanya, menurut beliau, merupakan bagian dari proses pendidikan yang harus dijalani dengan niat lillāhi ta‘ālā dan orientasi mencari rida Allah Swt.
Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Yayasan Al-Hikam Malang, KH. Abdul Hidayat Hakim. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh Abah Hasyim Muzadi, pendiri Pesantren Al Hikam, masih terus dirasakan hingga saat ini dalam bentuk kebaikan dan keberkahan. Beliau juga menyampaikan bahwa Abah Hasyim Muzadi memilih tinggal di Al Hikam Depok karena keinginannya untuk mendengar langsung bacaan Al-Qur’an dan kegiatan mengaji para santri. Hal tersebut menunjukkan kecintaan beliau terhadap tradisi keilmuan dan spiritualitas santri, serta keyakinan beliau akan keberkahan majelis ilmu dan lantunan Al-Qur’an.
Menurutnya, keberlangsungan pesantren, suasana keilmuan yang terus hidup, serta kebersamaan antara santri, mahasiswa, dan asatidz hingga hari ini merupakan bukti nyata dari barakah perjuangan Abah Hasyim Muzadi. Nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian yang diwariskan beliau terus menjadi fondasi pendidikan di Pesantren Al Hikam, baik di Malang maupun di Depok. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ali Fitriana, M.Ag., sebagai penutup rangkaian peringatan Harlah ke-15 Pesantren Al Hikam Depok.
Peringatan Harlah ke-15 Pesantren Al Hikam Depok ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas pesantren untuk terus meneguhkan kesabaran, kebersamaan, dan keikhlasan dalam menuntut ilmu serta mengabdi di jalan Allah Swt.
