Depok - STKQ Al-Hikam Depok menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 H secara daring melalui Zoom pada Ahad, 12 April 2026, sebagai upaya mempererat tali silaturahmi civitas akademika pasca Idulfitri. Kegiatan ini diikuti oleh ustadz dan ustadzah, mahasiswa, serta wali mahasiswa dengan antusiasme yang tinggi meskipun dilaksanakan secara virtual.
Halal bihalal merupakan tradisi yang telah mengakar di kalangan umat Islam di Indonesia sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Yayasan Al-Hikam Depok, Prof. Arif Zamhari, Ph.D. Ia menekankan pentingnya halal bihalal sebagai implementasi nilai-nilai ajaran Islam yang menjunjung tinggi persatuan dan saling memaafkan antar sesama.
“Pentingnya halal bihalal sebagai esensi agama menjadikan umat Muslim tidak saling mengkafirkan antar sesama,” tuturnya.
Ketua STKQ Al-Hikam Depok, Ustadz Dr. Subur Wijaya, M.Pd.I, menyampaikan komitmen institusi dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlakul karimah dan berilmu. Ia juga mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam memantau perkembangan belajar mahasiswa.
“Para mahasiswa hendaknya mempersiapkan diri sebagai bekal kesuksesan di masa depan, karena kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras,” tegasnya.
Pengasuh Pesantren Al-Hikam Depok, KH Muhammad Yusran Shidqi, Lc., yang akrab disapa Gus Yus, menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Ia menjelaskan bahwa pahala dalam mencari ilmu tidak hanya diperoleh di ruang perkuliahan, tetapi juga dalam setiap proses belajar.
“Pahala mencari ilmu tidak hanya saat di ruang perkuliahan, tetapi juga dalam setiap proses belajar yang membawa perubahan dalam diri,” pesannya.
Salah satu pendiri STKQ Al-Hikam, Dr. KH. A. Muhaimin Zen, M.A., turut menyampaikan sambutan dengan mengenang peran KH Hasyim Muzadi dalam masa perintisan STKQ Al-Hikam. Beliau juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memahami Al-Qur’an secara ritual, tetapi juga mampu mengembangkan nilai-nilai keilmuannya dalam kehidupan.
Perwakilan wali mahasiswa, Ahmad Qusyairi, menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam menjaga keistiqamahan mahasiswa di jalan Allah. Ia menyampaikan bahwa peran orang tua memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan keteguhan spiritual anak.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) oleh panitia kepada seluruh peserta. Rangkaian acara ditutup dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh KH Hilmi Ashidqi Al-Aroky, Lc., yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Sebanyak 141 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas ustadz, mahasiswa, serta wali mahasiswa dari berbagai angkatan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara lembaga, mahasiswa, dan orang tua. Diharapkan, melalui kegiatan ini, tali silaturahmi semakin erat serta mampu memperkuat sinergi dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah di jalan Allah.
