Cianjur - Pengurus jurnal dari Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ), Ustadz Muhammad Izharuddin, Ustadz Syamsul Arifin dan Muhammad Agus mengikuti Workshop Literasi Jurnal Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan di Auditorium STIQ ZAD Cianjur pada Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan informasi panitia, kegiatan tersebut diikuti pengelola jurnal dari sekitar 100 perguruan tinggi di Jawa Barat. Kegiatan workshop tersbut juga menjadi bagian dari peringatan Harlah ke-10 Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyrakat (LPPM) STIQ Zad, Alber Oki, menegaskan pentingnya membangun semangat kolaborasi dalam pengelolaan jurnal.
“Tidak zamannya lagi bersaing, tetapi saatnya berkolaborasi.”
Albel Oki juga menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan jurnal memerlukan dukungan sumber daya yang memahami aspek teknis secara mendalam.
“Menurut pengalaman kami, tim IT yang harus paham betul terhadap pengelolaan sistem jurnal,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua (Waka ) 1 STIQ Zad, Ustadzah Lira Erlina menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting dalam pengembangan jurnal ilmiah.
“Workshop ini menjadi sarana penting untuk mengembangkan tata kelola Open Journal System, indeksasi, dan akreditasi jurnal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi antar pengelola jurnal,” ungkapnya.
Ustadzah Lira Erlina juga menekankan bahwa keberhasilan jurnal tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga dedikasi para pengelolanya.
“Kesuksesan jurnal tidak hanya ditentukan oleh sistem yang profesional, tetapi juga membutuhkan kerelaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas jurnal,” tambahnya.
Pada sesi materi, Dewan Pengawas RJI Pusat, Busro menyampaikan pembahasan mengenai strategi akreditasi jurnal ilmiah nasional dan internasional. Dalam penyampainnya, Busro menyoroti pentingnya tata kelola editorial yang baik, serta langkah-langkah strategis agar jurnal mampu memenuhi standar akreditasi nasional dan memiliki peluang masuk ke indeksasi internasional. Selanjutnya, Rifqi Syamsul Fuadi, Ketua Pengda RJI Jawa Barat, menyampaikan materi mengenai manajemen OJS serta langkah-langkah teknis pengelolaan dan pengamanan sistem OJS.
Selain itu, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Rosihon Anwar menegaskan bahwa jurnal tidak boleh dipahami hanya sebagai urusan administratif.
“Mengelola jurnal bukan sekadar administrasi, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan ekosistem reputasi akademik. Jurnal adalah wajah akademik kampus,” pungkasnya.
