Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Musthofa, Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Program berlangsung pada 13 Juli hingga 18 Agustus 2026 dengan melibatkan Muhammad Irfandi, Nur Aisyah, dan Putri Salsabila Romdhani. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kompetensi keagamaan dan keterampilan santri melalui pendampingan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), pembelajaran Bahasa Arab, kajian fikih wanita, serta regenerasi seni hadrah. Mahasiswa merancang kegiatan berdasarkan observasi kebutuhan serta koordinasi bersama pengasuh, pengurus, dan dewan asatidz pesantren.

Pendampingan Baca Tulis Al-Qur’an Berbasis Kemampuan Santri

Dalam program BTQ, mahasiswa memberikan contoh bacaan, menyimak latihan santri, dan mengoreksi pelafalan huruf sesuai makharijul huruf dan kaidah tajwid. Pendampingan menggunakan pendekatan talaqqi-musyafahah sehingga santri dapat berlatih langsung, memperoleh umpan balik, serta memperbaiki kelancaran dan ketepatan bacaan secara bertahap.

Bahasa Arab Praktis dan Kajian Fikih Wanita

Penguatan Bahasa Arab diarahkan pada penguasaan mufradat dan ungkapan sederhana serta latihan berbicara untuk khitobah dan pembawa acara. Mahasiswa juga memanfaatkan lagu berbahasa Arab sebagai media pengulangan kosakata. Pembiasaan ini membantu santri mempelajari bahasa melalui praktik yang dekat dengan kegiatan pesantren. Pada kajian fikih wanita, pembahasan meliputi thaharah, haid, nifas, istihadhah, ibadah, dan adab seorang muslimah. Program dirancang untuk santri putra dan putri agar peserta memahami persoalan fikih yang berkaitan dengan kehidupan pribadi maupun keluarga.

Regenerasi Hadrah dan Penguatan Kebersamaan

Mahasiswa turut mendampingi regenerasi keterampilan hadrah. Fokusnya bukan menggantikan tim yang telah berjalan, melainkan memberi kesempatan kepada santri lainnya untuk mengenal teknik dasar, melatih kekompakan, dan menjaga keberlanjutan seni Islami di pesantren. Kegiatan pendukung juga mencakup kajian keagamaan bersama masyarakat, pembiasaan ibadah, serta aktivitas kebersamaan santri. Rangkaian pembinaan ini mempertemukan kemampuan akademik keagamaan dengan kedisiplinan, kreativitas, dan kerja sama.

Hasil Pendampingan dan Keberlanjutan Program

Berdasarkan laporan dan jurnal pengabdian, kegiatan menunjukkan perkembangan positif dalam kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an, penguasaan dasar Bahasa Arab, pemahaman fikih wanita, dan keterampilan hadrah. Pendampingan juga mendorong motivasi belajar, rasa percaya diri, serta partisipasi santri dalam kegiatan keagamaan. Temuan tersebut bersifat deskriptif dan tidak disertai angka peningkatan hasil belajar. Untuk menjaga manfaat program setelah masa PKL berakhir, mahasiswa dan pihak pesantren menekankan pentingnya pendamping internal, penguatan kaderisasi santri, serta evaluasi pembelajaran yang lebih terstruktur. Kolaborasi ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa STKQ Al-Hikam dalam menerapkan ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara langsung di lingkungan pendidikan Islam.