Pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama, kedisiplinan, serta karakter Qur’ani. Melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Pengabdian Masyarakat, mahasiswa Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok hadir memberikan pendampingan pembelajaran Al-Qur’an di Yayasan Daarul Muhsiniin Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi keilmuan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam lingkungan masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak di Yayasan Daarul Muhsiniin. 

Melalui program ini, mahasiswa berperan dalam mendampingi berbagai kegiatan pembelajaran yang telah berjalan di yayasan, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan program Les Calistung. Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan program tambahan berupa kelas takhosus yang meliputi pembelajaran tahsin, tahfidz, dan tajwid untuk meningkatkan kemampuan membaca serta kualitas hafalan peserta didik.

Pendampingan Hafalan Al-Qur’an Berbasis Target Bertahap

Salah satu fokus kegiatan pengabdian adalah pendampingan hafalan Al-Qur’an dengan pendekatan target bertahap. Program ini dirancang berdasarkan kondisi peserta tahfiz yang masih menghadapi berbagai hambatan, seperti kesulitan menghafal ayat tertentu, target hafalan yang terlalu besar, mudah lupa, serta kurang konsisten dalam melakukan murajaah. Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi hambatan hafalan, penyusunan target yang realistis, penguatan teknik murajaah, kegiatan refleksi, serta penyusunan komitmen hafalan secara bertahap. Kegiatan ini melibatkan 21 peserta dengan menggunakan evaluasi berupa checklist hambatan, instrumen kesiapan, tes pengetahuan, dan observasi fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perkembangan positif pada peserta. Setelah mengikuti pendampingan, peserta mulai mampu mengenali hambatan pribadi, menyusun target hafalan yang lebih sesuai dengan kemampuan, serta meningkatkan kesiapan dan komitmen dalam menjalankan proses menghafal Al-Qur’an secara konsisten.

Menguatkan Pembelajaran Al-Qur’an melalui Program Kreatif

Selain kegiatan tahfidz, mahasiswa juga memberikan pendampingan pembelajaran tahsin dan tajwid untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an peserta. Berdasarkan evaluasi selama kegiatan, sebagian peserta membutuhkan penguatan dalam penerapan kaidah tajwid dan perbaikan bacaan sehingga kegiatan pembelajaran diarahkan pada tahsin, tajwid, serta murojaah hafalan. Program pembelajaran juga dikembangkan melalui kegiatan Les Calistung untuk membantu anak-anak usia dini dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Selain aspek pembelajaran, mahasiswa turut mendukung pengembangan kapasitas yayasan melalui pelatihan sederhana terkait pengelolaan media sosial, desain menggunakan aplikasi Canva dan CapCut, serta penggunaan Microsoft Word untuk mendukung administrasi pembelajaran. Sinergi Mahasiswa dan Yayasan untuk Membangun Generasi Qur’ani Pelaksanaan PKL di Yayasan Daarul Muhsiniin memberikan pengalaman kolaboratif antara mahasiswa, pengelola yayasan, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih aktif dan inovatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu peserta didik membangun kebiasaan belajar, meningkatkan motivasi, serta memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan adanya program pendampingan ini, diharapkan Yayasan Daarul Muhsiniin dapat terus mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas serta mencetak generasi yang memiliki kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.